Mengenai Saya

Foto saya
Aku hanyalah seoarang manusia yang bisa saja salah dalam setiap kata yang telah aku ucapkan, tulisan yang telah aku buat.jika terdapat kesalahan kata, tanda baca, nama, dsb harap dimaklumi, Sungguh, Allahlah yang maha sempurna dengan segala sesuatu, dan aku hanyalah manusia yang terkadang alfa atas setiap hal yang telah kulalui.

Rabu, 03 Oktober 2012

Nasehat Al-Allamah Al-Arif Billah Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf 3


Nasehat Al-Allamah Al-Arif Billah Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf

Allah Yang Maha Esa
Allah Maha Kuasa
Hamba yang banyak dosa
Tiap hari dan masa

Hamba yang sangat hina
Dari air yang hina
Hidup di dunia fana
Tempat bala bencana

Tiada daya upaya
Untuk taat setia
Tak berdaya upaya
Untuk tinggalkan dosa

Allah Maha Penyayang
Merintah dan melarang
Jalan selamat terang
Bagi setiap orang

Hamba yang tidak awas
Hidup di dunia luas
Dunia sedang berhias
Iman banyak terampas

Beri taufik hidayah
Untuk junjung perintah
Beri ilmu ma’rifah
Yakin dan istiqomah

Tetapkan Islam Iman
Tunjukkan kebenaran
Berilah perlindungan
Dari nafsu dan syetan

Agar hamba yang lemah
Jadi ahli ibadah
Ahlul khoiri wassholah
Mati khusnul khotimah

Demikianpun pula
Ahli sanak saudara
Dapat terpelihara
Aman dan sejahtera

Ibadah serta taat
Bakti setiap saat
Berpegang dengan kuat
Agama hingga wafat

Tenang tidak tergoda
Oleh harta dan benda
Tetap iman di dada
Dimasa tua muda

Tidak tertipu dunia
Yang indah lezat jaya
Sungguhlah berbahaya
Bagi miskin dan kaya

Dikutip dari Kitab BUNGA MELATI
Karangan :
Al-Allamah Al-Arif Billah Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf



Nasehat Al-Allamah Al-Arif Billah Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf 2


Nasehat Al-Allamah Al-Arif Billah Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf

Siapapun tertipu, oleh dunia dan nafsu
Tak beriman berilmu, lacurlah sudah tentu
*
Akhir matinya sesat, dosanya sangat berat
Allah dan Malaikat, sangat murka melaknat
*
Ruhnya waktu dicabut, sebagai benang kusut
Susah payah merengut, baru menyesal takut
*
Pintu siksa terbuka, tempat orang durhaka
Sombong bersuka-suka, lepas nafsu merdeka
*
Malaikat penyiksa, siap untuk menyiksa
Dengan gagah perkasa, tiap detik dan masa
*
Pun Neraka Jahannam, berkobar siang malam
Menunggu dan mengancam, siksaan sangat kejam
*
Saat itu melihat, nasib dirinya sesat
Buah yang diperbuat, balasan amal jahat
*
Rantai palu yang besar, menyala dan berkobar
Kelabang serta ular, sangat dahsyat dan besar 
*
Berkata Malaikat, engkau ahli maksiat
Tak ibadah tak taat, engkau lupa akhirat
*
Aku diutus Tuhan, untuk beri siksaan
Pada orang melawan, bantah perintah Tuhan
*
Allah Yang Maha Suci, tidak engkau syukuri
Islam agama murni, tidak engkau hormati
*
Lama hidup di dunia, sehat afiat jaya
Mewah bersuka ria, asyik berfoya-foya*
Engkau sudahlah terang, bukan hewan binatang
Tak sujud tak sembahyang, kau kerja yang dilarang
*
Arak minuman keras, dipandang baik pantas
Bercampur kua bebas, tak malu sungguh puas
*
Aurat anggota badan, rela jadi tontonan
Sengaja kau bukakan, terlihat sepanjang jalan
*
Lupakan hari nanti, yang engkau sudah pasti
Akan jumpai mati, hari janji terbukti

***
Dikutip dari Kitab BUNGA MELATI
Karangan :
Al-Allamah Al-Arif Billah Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf

Nasehat Al-Allamah Al-Arif Billah Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf


Nasehat Al-Allamah Al-Arif Billah Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf

Ruhnya dicabut segah
Dengan sengit dan marah
Dibawa malaikat
Disumpahi dilaknat

Baunya tak kepalang
Lebih dari binatang
Nasib dirinya malang
Celaka sudah terang

Nangis mohon kembali
Ke dunia untuk bakti
Junjung perintah Rabbi
Agama Islam Suci

Tetapi sungguh sayang
Ruhnya telah melayang
Malaikat yang pegang
Tak diizinkan pulang

Matinya sangat nyesal
Haus lapar tak bekal
Berlayar tak berkapal
Dalam siksaan kekal

Badan hangus terbakar
Dalam api berkobar
Menjerit tidak sabar
Sakit digigit ular

Siang malam menjerit
Keras setinggi langit
Ular kelabang gigit
Sangat panas dan sakit

Haus meminta minum
Lapar diberi zakkum
Nanah pelacur mesum
Minuman kafir dzolum

Susah hati dan bingung
Api tetap menggulung
Pukulan tak terhitung
Menjerit minta tulung

Malaikat berkata
Diam jangan berkata
Agama sudah nyata
Tapi kau tuli buta

Aku tidak bersalah
Hanya Allah perintah
Tapi engkau yang salah
Pada Allah membantah

Cukup bersenang-senang
Di dunia malam siang
Berlezat tak kepalang
Tidak dapat dilarang

Di dunia kau habiskan
Nikmat dan kelezatan
Kau terjak hukum Qur’an
Ikuti nafsu syetan

Kau makan enak-enak
Bertepuk sorak-sorak
Tertawa bahak-bahak
Nangislah banyak-banyak

Sekarang kau rasakan
Macam-macam siksaan
Tak dapat keringanan
Tak dapat pertolongan

Ini bagai balasan
Kau punya perbuatan
Serta akal pikiran
Tidak engkau gunakan

Telinga mata hati
Tangan dan dua kaki
Amanah Allah Rabbi
Tak kau gunakan bakti

Ilmu agama suci
Tidak kau pelajari
Hingga kau tak mengerti
Titah dan tegah Rabbi

Tak dapat kau bedakan
Mana kufur dan iman
Manakah keridha’an
Manakah murka Tuhan

Ini api jahannam
Penjara sangat kejam
Tempat engkau berdiam
Terima siksa kejam

Menyesal tak berarti
Tangis tak diperduli
Siksaan tiap hari
Tidak hidup tak mati

Dikutip dari Kitab BUNGA MELATI
Karangan :
Al-Allamah Al-Arif Billah Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf





QASIDAH 'ALA YALLAH BI NADZRAH


ألا يا الله بنظرة

أَلاَ يَا الله بِنَظْرَة مِنَ الْعَيْنِ الرَّحِيْمـَة
Ya Allah ! limpahkanlah kurnia rahmat-Mu
تُدَاوِي كُلَّ مَا بِي مِنْ أَمْرَاضٍ سَقِيْمَة
Yang dapat menyembuhkan semua penyakit-penyakit yang ada padaku
ألاَ ياَ صَاحِ يا صَاحِ لاَ تَجْزَعْ وتَضْجَرْ
Wahai kawanku! Wahai kawanku! Janganlah engkau gelisah dan jangan bosan
وسَلِّمْ لِلْمَقَادِيْـر كَيْ تُحْمَدْ وتُؤْجـَرْ
Serahkanlah pada takdir agar engkau dipuji dan di beri pahala
وَكُـنْ رَاضِي بِمَا قَدَّرَ المَوْلَى ودَبَّـر
Dan jadilah hamba yang redha atas apa yang telah di takdirkan Allah, dan diaturkanNya
وَلاَ تَسْخَطْ قَضَا اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ اْلأَكْبَر
Dan janganlah engkau ingkar akan takdir Allah Tuhan Arsy yang
Maha Besar
وَكُنْ صَابِرْ وَشَاكِرْ
Jadilah engkau orang yang bersabar dan bersyukur
تَكُنْ فَائِزْ وَظَافِـرْ
Maka engkau akan menjadi orang yang berjaya dan menang
وَمِنْ أَهْلِ السَّرَائـِر
Dan menjadi kelompok orang orang ahli sir (rahsia)
رِجَالِ اللهِ مِنْ كُلِّ ذِيْ قَلْبٍ مُنـَوَّرٍ
Yaitu hamba-hamba Allah yang memiliki hati yang bercahaya
مُصَفًّى مِنْ جَمِيْعِ الدَّنَسِ طَيِّبٍ مُطَهَّرٍ
Yang bersih dari segala noda (kotoran hati), baik dan suci
وَذِهْ دُنْيـَا دَنِيـَّة حَوَادِثُهَا كَثِـيْرَة
Dunia ini hina, dan banyak kejadian-kejadiannya
وَعِيْشَـتُهَا حَقِيْرَة وَمُدَّتُهَا قَصـِيْرَة
Dan kehidupan dunia itu hina, serta masa untuk hidup itu singkat
وَلاَ يَحْرِصْ عَلَيْهَا سِوَى أَعْمَى الْبَصِيْرَة
Dan tidak ada orang yang rakus akan dunia melainkan orang yang buta hatinya
عَدِيْمُ الْعَقْلِ لَوْ كَانَ يَعْقِلْ كَانَ أَفْكـَر
Yang tidak berakal, yang apabila ia benar-benar berakal ia akan berfikir
تَفَكِّرْ فِي فَنَاهـَا
Berfikirlah akan dunia yang tidak kekal
وَفِي كَثْرَةِ عَنَاهَا
Dan penderitaannya (dunia) yang banyak.
وَفِي قِلَّةِ غِنَاهـَا
Dan akan kekayaannya (dunia) yang sedikit.
فَطُوْبَى ثُمَّ طُوْبَى لِمَنْ مِنْـهَا تَحَـذَّرْ
Maka beruntunglah dan sungguh beruntung bagi siapa yang berhati-hati dari
pada dunia
وَطَلَّقَهَا وَفِي طَاعَةِ الرَّحْمنِ شَمَرْ
Dan menceraikannya (dunia), dan bersiap-siap menuju kepada ketaatan Allah.
أَلاَ يَا عَيْن جُوْدِيْ بِدَمْعٍ مِنْكِِ سَائِـلْ
Wahai mata! Curahkanlah dari padamu air mata yang mengalir
عَلَى ذَاكَ الْحَبِيْبِ الَّذِيْ قَدْ كَانَ نَازِلْ
Untuk seorang kekasih yang telah di utus (Nabi Muhammad s.a.w.)
مَعَنَا فِي الْمَرَابِعْ وَأَصْبَحَ سَفَر رَاحِلْ
Ia bersama kami dan sekarang telah pergi
وَأَمْسَى الْقَلْبُ وَالْبَالُ مِنْ بَعْدِهِ مُكَدَّر
Maka hati ini setelah kepergiannya menjadi menjadi sedih
وَلكـِنْ حَسْبِيَ الله
Akan tetapi cukup bagiku, Allah
وَكـُلُّ الأَمْرِ للـهِ
Dan segala urusan akan kembali pada Allah
وَلاَ يَبْقَى سِوَى الله
Dan tiada yang kekal kecuali Allah
عَلَى بَشَّارِ جَادَتْ سَحَائِبْ رَحْمَةِ الْبَرّ
Semoga Allah memberikan curahan rahmatnya atas penghuni Bassyar (tiga tempat pengkuburan para Auliya).
وَحَيَّاهُمْ بِرَوْحِ الرِّضـَا رَبِّي وَبَشَّـرْ
Dan semoga Dia (Allah) mencurahkan keredhaannya atas mereka serta memberi khabar gembira
بِهَـا سَادَاتُـنَا وَالشُّيُوْخُ الْعَارِفُوْنَـا
Disana terdapat tuan-tuan dan guru-guru kami yang ‘arif
وَأَهـْلُوْنَا وَأَحْبـَابِ قَلْبِيْ نَازِلُوْنَـا
keluarga kami dan orang-orang yang kami cintai
وَمَنْ هُمْ فِي سَرَائِرِ فُؤَادِيْ قَاِطِنُوْنَـا
Dan mereka orang-orang yang berada dalam lubuk hatiku
بِسَاحَةِ تُرْبِهَا مِنْ ذَكِيِّ الْمِسْكِ أَعْطَر
Mereka berada di tempat yang debunya tercium aroma bau kasturi
مَنَازِلُ خَيْرِ سَادَة
Tempat-tempat persinggahan bagi sebaik-baik manusia
لِكُلِّ النَّاسِ قَادَة
Mereka pemimpin bagi umat manusia
مَحَبَّتَهُمْ سَعَادَة
Dalam mencintai mereka terdapat kebahagiaan
أَلاَ يَا بَخْت مَنْ زَارَهُمْ بِالصِّدْقِ وانْدَر
Sungguh beruntung bagi siapa yang menziarahi mereka dengan tulus dan datang
إِلَيْـهِمْ مُعْتَنـِي كُلُّ مَطْلُوْبِهِ تَيَسـَّرْ
Kepada mereka dengan penuh perhatian maka semua permintaannya akan dipermudahkan

313 NAMA PARA AHLUL BADR


313 NAMA PARA AHLUL BADR

Diriwayatkan didalam shahih Bukhari ketika Rasul saw meminta pendapat kaum anshor untuk berperang di medan Badr maka salah seorang Kaum Anshor berkata : “Yaa Rasulallah kami akan bersamamu, kemanapun engkau pergi kami akan bersamamu kalau engkau masuk ke dalam lautan kami bersamamu ke dalam lautan,tidak satupun yang tersisa dari kami terkecuali ikut bersamamu ke dalam lautan, Barangkali kalau kami mati bersamamu bisa membuatmu gembira".
“datang Malaikat Jibril as pada Nabi saw dan berkata: apa pendapat kalian tentang ahlul Badr diantara kalian?, maka bersabda Rasulullah saw : mereka adalah muslimin yg paling mulia,(atau kalimat yg bermakna demikian), lalu berkata Jibril as : demikian pula yg mengikuti perang Badr dari kelompok malaikat, mereka malaikat yg terbaik” (Shahih Bukhari)
berikut nama-nama Ahlul badr :
1. Sayyidina Muhammad SAW.
2. Abu Bakar as-Siddiq ra.
3. Umar bin Khattab ra.
4. Utsman bin Affan ra.
5. Ali bin Abu Tholib ra.
6. Talhah bin ‘Ubaidillah ra.
7. Bilal bin Rabbah ra.
8. Hamzah bin Abdul Muttolib ra.
9. Abdullah bin Jahsyi ra.
10. Al-Zubair bin al-Awwam ra.
11. Mus’ab bin Umair bin Hasyim ra.
12. Abdur Rahman bin ‘Auf ra.
13. Abdullah bin Mas’ud ra.
14. Sa’ad bin Abi Waqqas ra.
15. Abu Kabsyah al-Faris ra.
16. Anasah al-Habsyi ra.
17. Zaid bin Harithah al-Kalbi ra.
18. Marthad bin Abi Marthad al-Ghanawi ra.
19. Abu Marthad al-Ghanawi ra.
20. Al-Husain bin al-Harith bin Abdul Muttolib ra.
21. ‘Ubaidah bin al-Harith bin Abdul Muttolib ra.
22. Al-Tufail bin al-Harith bin Abdul Muttolib ra.
23. Mistah bin Usasah bin ‘Ubbad bin Abdul Muttolib ra.
24. Abu Huzaifah bin ‘Utbah bin Rabi’ah ra.
25. Subaih (maula Abi ‘Asi bin Umaiyyah) ra.
26. Salim (maula Abu Huzaifah) ra.
27. Sinan bin Muhsin ra.
28. ‘Ukasyah bin Muhsin ra.
29. Sinan bin Abi Sinan ra.
30. Abu Sinan bin Muhsin ra.
31. Syuja’ bin Wahab ra.
32. ‘Utbah bin Wahab ra.
33. Yazid bin Ruqais ra.
34. Muhriz bin Nadhlah ra.
35. Rabi’ah bin Aksam ra.
36. Thaqfu bin Amir ra.
37. Malik bin Amir ra.
38. Mudlij bin Amir ra.
39. Abu Makhsyi Suwaid bin Makhsyi al-To’i ra.
40. ‘Utbah bin Ghazwan ra.
41. Khabbab (maula ‘Utbah bin Ghazwan) ra.
42. Hathib bin Abi Balta’ah al-Lakhmi ra.
43. Sa’ad al-Kalbi (maula Hathib) ra.
44. Suwaibit bin Sa’ad bin Harmalah ra.
45. Umair bin Abi Waqqas ra.
46. Al-Miqdad bin ‘Amru ra.
47. Mas’ud bin Rabi’ah ra.
48. Zus Syimalain Amru bin Amru ra.
49. Khabbab bin al-Arat al-Tamimi ra.
50. Amir bin Fuhairah ra.
51. Suhaib bin Sinan ra.
52. Abu Salamah bin Abdul Asad ra.
53. Syammas bin Uthman ra.
54. Al-Arqam bin Abi al-Arqam ra.
55. Ammar bin Yasir ra.
56. Mu’attib bin ‘Auf al-Khuza’i ra.
57. Zaid bin al-Khattab ra.
58. Amru bin Suraqah ra.
59. Abdullah bin Suraqah ra.
60. Sa’id bin Zaid bin Amru ra.
61. Mihja bin Akk (maula Umar bin al-Khattab) ra.
62. Waqid bin Abdullah al-Tamimi ra.
63. Khauli bin Abi Khauli al-Ijli ra.
64. Malik bin Abi Khauli al-Ijli ra.
65. Amir bin Rabi’ah ra.
66. Amir bin al-Bukair ra.
67. Aqil bin al-Bukair ra.
68. Khalid bin al-Bukair ra.
69. Iyas bin al-Bukair ra.
70. Uthman bin Maz’un ra.
71. Qudamah bin Maz’un ra.
72. Abdullah bin Maz’un ra.
73. Al-Saib bin Uthman bin Maz’un ra.
74. Ma’mar bin al-Harith ra.
75. Khunais bin Huzafah ra.
76. Abu Sabrah bin Abi Ruhm ra.
77. Abdullah bin Makhramah ra.
78. Abdullah bin Suhail bin Amru ra.
79. Wahab bin Sa’ad bin Abi Sarah ra.
80. Hatib bin Amru ra.
81. Umair bin Auf ra.
82. Sa’ad bin Khaulah ra.
83. Abu Ubaidah Amir al-Jarah ra.
84. Amru bin al-Harith ra.
85. Suhail bin Wahab bin Rabi’ah ra.
86. Safwan bin Wahab ra.
87. Amru bin Abi Sarah bin Rabi’ah ra.
88. Sa’ad bin Muaz ra.
89. Amru bin Muaz ra.
90. Al-Harith bin Aus ra.
91. Al-Harith bin Anas ra.
92. Sa’ad bin Zaid bin Malik ra.
93. Salamah bin Salamah bin Waqsyi ra.
94. ‘Ubbad bin Waqsyi ra.
95. Salamah bin Thabit bin Waqsyi ra.
96. Rafi’ bin Yazid bin Kurz ra.
97. Al-Harith bin Khazamah bin ‘Adi ra.
98. Muhammad bin Maslamah al-Khazraj ra.
99. Salamah bin Aslam bin Harisy ra.
100. Abul Haitham bin al-Tayyihan ra.
101. ‘Ubaid bin Tayyihan ra.
102. Abdullah bin Sahl ra.
103. Qatadah bin Nu’man bin Zaid ra.
104. Ubaid bin Aus ra.
105. Nasr bin al-Harith bin ‘Abd ra.
106. Mu’attib bin ‘Ubaid ra.
107. Abdullah bin Tariq al-Ba’lawi ra.
108. Mas’ud bin Sa’ad ra.
109. Abu Absi Jabr bin Amru ra.
110. Abu Burdah Hani’ bin Niyyar al-Ba’lawi ra.
111. Asim bin Thabit bin Abi al-Aqlah ra.
112. Mu’attib bin Qusyair bin Mulail ra.
113. Abu Mulail bin al-Az’ar bin Zaid ra.
114. Umair bin Mab’ad bin al-Az’ar ra.
115. Sahl bin Hunaif bin Wahib ra.
116. Abu Lubabah Basyir bin Abdul Munzir ra.
117. Mubasyir bin Abdul Munzir ra.
118. Rifa’ah bin Abdul Munzir ra.
119. Sa’ad bin ‘Ubaid bin al-Nu’man ra.
120. ‘Uwaim bin Sa’dah bin ‘Aisy ra.
121. Rafi’ bin Anjadah ra.
122. ‘Ubaidah bin Abi ‘Ubaid ra.
123. Tha’labah bin Hatib ra.
124. Unais bin Qatadah bin Rabi’ah ra.
125. Ma’ni bin Adi al-Ba’lawi ra.
126. Thabit bin Akhram al-Ba’lawi ra.
127. Zaid bin Aslam bin Tha’labah al-Ba’lawi ra.
128. Rib’ie bin Rafi’ al-Ba’lawi ra.
129. Asim bin Adi al-Ba’lawi ra.
130. Jubr bin ‘Atik ra.
131. Malik bin Numailah al-Muzani ra.
132. Al-Nu’man bin ‘Asr al-Ba’lawi ra.
133. Abdullah bin Jubair ra.
134. Asim bin Qais bin Thabit ra.
135. Abu Dhayyah bin Thabit bin al-Nu’man ra.
136. Abu Hayyah bin Thabit bin al-Nu’man ra.
137. Salim bin Amir bin Thabit ra.
138. Al-Harith bin al-Nu’man bin Umayyah ra.
139. Khawwat bin Jubair bin al-Nu’man ra.
140. Al-Munzir bin Muhammad bin ‘Uqbah ra.
141. Abu ‘Uqail bin Abdullah bin Tha’labah ra.
142. Sa’ad bin Khaithamah ra.
143. Munzir bin Qudamah bin Arfajah ra.
144. Tamim (maula Sa’ad bin Khaithamah) ra.
145. Al-Harith bin Arfajah ra.
146. Kharijah bin Zaid bin Abi Zuhair ra.
147. Sa’ad bin al-Rabi’ bin Amru ra.
148. Abdullah bin Rawahah ra.
149. Khallad bin Suwaid bin Tha’labah ra.
150. Basyir bin Sa’ad bin Tha’labah ra.
151. Sima’ bin Sa’ad bin Tha’labah ra.
152. Subai bin Qais bin ‘Isyah ra.
153. ‘Ubbad bin Qais bin ‘Isyah ra.
154. Abdullah bin Abbas ra.
155. Yazid bin al-Harith bin Qais ra.
156. Khubaib bin Isaf bin ‘Atabah ra.
157. Abdullah bin Zaid bin Tha’labah ra.
158. Huraith bin Zaid bin Tha’labah ra.
159. Sufyan bin Bisyr bin Amru ra.
160. Tamim bin Ya’ar bin Qais ra.
161. Abdullah bin Umair ra.
162. Zaid bin al-Marini bin Qais ra.
163. Abdullah bin ‘Urfutah ra.
164. Abdullah bin Rabi’ bin Qais ra.
165. Abdullah bin Abdullah bin Ubai ra.
166. Aus bin Khauli bin Abdullah ra.
167. Zaid bin Wadi’ah bin Amru ra.
168. ‘Uqbah bin Wahab bin Kaladah ra.
169. Rifa’ah bin Amru bin Amru bin Zaid ra.
170. Amir bin Salamah ra.
171. Abu Khamishah Ma’bad bin Ubbad ra.
172. Amir bin al-Bukair ra.
173. Naufal bin Abdullah bin Nadhlah ra.
174. ‘Utban bin Malik bin Amru bin al-Ajlan ra.
175. ‘Ubadah bin al-Somit ra.
176. Aus bin al-Somit ra.
177. Al-Nu’man bin Malik bin Tha’labah ra.
178. Thabit bin Huzal bin Amru bin Qarbus ra.
179. Malik bin Dukhsyum bin Mirdhakhah ra.
180. Al-Rabi’ bin Iyas bin Amru bin Ghanam ra.
181. Waraqah bin Iyas bin Ghanam ra.
182. Amru bin Iyas ra.
183. Al-Mujazzar bin Ziyad bin Amru ra.
184. ‘Ubadah bin al-Khasykhasy ra.
185. Nahhab bin Tha’labah bin Khazamah ra.
186. Abdullah bin Tha’labah bin Khazamah ra.
187. Utbah bin Rabi’ah bin Khalid ra.
188. Abu Dujanah Sima’ bin Kharasyah ra.
189. Al-Munzir bin Amru bin Khunais ra.
190. Abu Usaid bin Malik bin Rabi’ah ra.
191. Malik bin Mas’ud bin al-Badan ra.
192. Abu Rabbihi bin Haqqi bin Aus ra.
193. Ka’ab bin Humar al-Juhani ra.
194. Dhamrah bin Amru ra.
195. Ziyad bin Amru ra.
196. Basbas bin Amru ra.
197. Abdullah bin Amir al-Ba’lawi ra.
198. Khirasy bin al-Shimmah bin Amru ra.
199. Al-Hubab bin al-Munzir bin al-Jamuh ra.
200. Umair bin al-Humam bin al-Jamuh ra.
201. Tamim (maula Khirasy bin al-Shimmah) ra.
202. Abdullah bin Amru bin Haram ra.
203. Muaz bin Amru bin al-Jamuh ra.
204. Mu’awwiz bin Amru bin al-Jamuh ra.
205. Khallad bin Amru bin al-Jamuh ra.
206. ‘Uqbah bin Amir bin Nabi bin Zaid ra.
207. Hubaib bin Aswad ra.
208. Thabit bin al-Jiz’i ra.
209. Umair bin al-Harith bin Labdah ra.
210. Basyir bin al-Barra’ bin Ma’mur ra.
211. Al-Tufail bin al-Nu’man bin Khansa’ ra.
212. Sinan bin Saifi bin Sakhr bin Khansa’ ra.
213. Abdullah bin al-Jaddi bin Qais ra.
214. Atabah bin Abdullah bin Sakhr ra.
215. Jabbar bin Umaiyah bin Sakhr ra.
216. Kharijah bin Humayyir al-Asyja’i ra.
217. Abdullah bin Humayyir al-Asyja’i ra.
218. Yazid bin al-Munzir bin Sahr ra.
219. Ma’qil bin al-Munzir bin Sahr ra.
220. Abdullah bin al-Nu’man bin Baldumah ra.
221. Al-Dhahlak bin Harithah bin Zaid ra.
222. Sawad bin Razni bin Zaid ra.
223. Ma’bad bin Qais bin Sakhr bin Haram ra.
224. Abdullah bin Qais bin Sakhr bin Haram ra.
225. Abdullah bin Abdi Manaf ra.
226. Jabir bin Abdullah bin Riab ra.
227. Khulaidah bin Qais bin al-Nu’man ra.
228. An-Nu’man bin Yasar ra.
229. Abu al-Munzir Yazid bin Amir ra.
230. Qutbah bin Amir bin Hadidah ra.
231. Sulaim bin Amru bin Hadidah ra.
232. Antarah (maula Qutbah bin Amir) ra.
233. Abbas bin Amir bin Adi ra.
234. Abul Yasar Ka’ab bin Amru bin Abbad ra.
235. Sahl bin Qais bin Abi Ka’ab bin al-Qais ra.
236. Amru bin Talqi bin Zaid bin Umaiyah ra.
237. Muaz bin Jabal bin Amru bin Aus ra.
238. Qais bin Mihshan bin Khalid ra.
239. Abu Khalid al-Harith bin Qais bin Khalid ra.
240. Jubair bin Iyas bin Khalid ra.
241. Abu Ubadah Sa’ad bin Uthman ra.
242. ‘Uqbah bin Uthman bin Khaladah ra.
243. Ubadah bin Qais bin Amir bin Khalid ra.
244. As’ad bin Yazid bin al-Fakih ra.
245. Al-Fakih bin Bisyr ra.
246. Zakwan bin Abdu Qais bin Khaladah ra.
247. Muaz bin Ma’ish bin Qais bin Khaladah ra.
248. Aiz bin Ma’ish bin Qais bin Khaladah ra.
249. Mas’ud bin Qais bin Khaladah ra.
250. Rifa’ah bin Rafi’ bin al-Ajalan ra.
251. Khallad bin Rafi’ bin al-Ajalan ra.
252. Ubaid bin Yazid bin Amir bin al-Ajalan ra.
253. Ziyad bin Lubaid bin Tha’labah ra.
254. Khalid bin Qais bin al-Ajalan ra.
255. Rujailah bin Tha’labah bin Khalid ra.
256. Atiyyah bin Nuwairah bin Amir ra.
257. Khalifah bin Adi bin Amru ra.
258. Rafi’ bin al-Mu’alla bin Luzan ra.
259. Abu Ayyub bin Khalid al-Ansari ra.
260. Thabit bin Khalid bin al-Nu’man ra.
261. ‘Umarah bin Hazmi bin Zaid ra.
262. Suraqah bin Ka’ab bin Abdul Uzza ra.
263. Suhail bin Rafi’ bin Abi Amru ra.
264. Adi bin Abi al-Zaghba’ al-Juhani ra.
265. Mas’ud bin Aus bin Zaid ra.
266. Abu Khuzaimah bin Aus bin Zaid ra.
267. Rafi’ bin al-Harith bin Sawad bin Zaid ra.
268. Auf bin al-Harith bin Rifa’ah ra.
269. Mu’awwaz bin al-Harith bin Rifa’ah ra.
270. Muaz bin al-Harith bin Rifa’ah ra.
271. An-Nu’man bin Amru bin Rifa’ah ra.
272. Abdullah bin Qais bin Khalid ra.
273. Wadi’ah bin Amru al-Juhani ra.
274. Ishmah al-Asyja’i ra.
275. Thabit bin Amru bin Zaid bin Adi ra.
276. Sahl bin ‘Atik bin al-Nu’man ra.
277. Tha’labah bin Amru bin Mihshan ra.
278. Al-Harith bin al-Shimmah bin Amru ra.
279. Ubai bin Ka’ab bin Qais ra.
280. Anas bin Muaz bin Anas bin Qais ra.
281. Aus bin Thabit bin al-Munzir bin Haram ra.
282. Abu Syeikh bin Ubai bin Thabit ra.
283. Abu Tolhah bin Zaid bin Sahl ra.
284. Abu Syeikh Ubai bin Thabit ra.
285. Harithah bin Suraqah bin al-Harith ra.
286. Amru bin Tha’labah bin Wahb bin Adi ra.
287. Salit bin Qais bin Amru bin ‘Atik ra.
288. Abu Salit bin Usairah bin Amru ra.
289. Thabit bin Khansa’ bin Amru bin Malik ra.
290. Amir bin Umaiyyah bin Zaid ra.
291. Muhriz bin Amir bin Malik ra.
292. Sawad bin Ghaziyyah ra.
293. Abu Zaid Qais bin Sakan ra.
294. Abul A’war bin al-Harith bin Zalim ra.
295. Sulaim bin Milhan ra.
296. Haram bin Milhan ra.
297. Qais bin Abi Sha’sha’ah ra.
298. Abdullah bin Ka’ab bin Amru ra.
299. ‘Ishmah al-Asadi ra.
300. Abu Daud Umair bin Amir bin Malik ra.
301. Suraqah bin Amru bin ‘Atiyyah ra.
302. Qais bin Mukhallad bin Tha’labah ra.
303. Al-Nu’man bin Abdi Amru bin Mas’ud ra.
304. Al-Dhahhak bin Abdi Amru ra.
305. Sulaim bin al-Harith bin Tha’labah ra.
306. Jabir bin Khalid bin Mas’ud ra.
307. Sa’ad bin Suhail bin Abdul Asyhal ra.
308. Ka’ab bin Zaid bin Qais ra.
309. Bujir bin Abi Bujir al-Abbasi ra.
310. ‘Itban bin Malik bin Amru al-Ajalan ra.
311. ‘Ismah bin al-Hushain bin Wabarah ra.
312. Hilal bin al-Mu’alla al-Khazraj ra.
313. Oleh bin Syuqrat ra. (khadam Nabi s.a.w.)

Sungguh telah sampai riwayat pada kami telah berkata Abu Dzarr ra kepada Rasul saw : "Wahai Rasulullah.. seseorang mencintai suatu kaum namun tak mampu beramal seperti amal mereka", maka Rasul saw menjawab : "Engkau wahai Abu Dzarr akan bersama orang yg kau cintai", maka Abu Dzar berkata : "Aku sungguh mencintai Allah dan rasul Nya..!", maka Rasul saw menjawab : "engkau bersama yg kau cintai" (HR Shahih Ibn Hibban, Adabulmufrad Imam Bukhari, Musnad Ahmad dll)

Wahai Allah ... Bangkitkanlah semangat Ahlul Badr pada jiwa pemuda pemudi kami, penuhi jiwa muslimin hingga beridolakan Ahlul Badr, beridolakan Imam Ahlul Badr, Sayyidina Muhammad saw..!

Aamiin aamiin ya robbal alamin